Sebagai sub-holding yang bergerak di sektor pertambangan, tahun ini BMBBD kembali memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, untuk menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik keselamatan di lingkungan kerja.

Bagi perusahaan, komitmen terhadap keselamatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama untuk membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. 

Melansir dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tema Bulan K3 Nasional tahun 2026 ini ialah, “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” 

Tema ini menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi bagian integral dari sistem industri yang mendorong efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan operasional.

Oleh karena itu, melalui rangkaian kegiatan di bulan K3, BMBBD menjalankan berbagai agenda strategis sebagai langkah konkret memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini perusahaan. 

1. Pembukaan Bulan K3

Peringatan Bulan K3 secara resmi dilaksanakan lewat apel pembukaan yang dihadiri seluruh karyawan. Momen ini menjadi titik awal dimulainya rangkaian acara, sekaligus pembuktian konsistensi dalam penerapan standar keselamatan perusahaan.

Melalui apel pembukaan, perusahaan ingin menegaskan bahwa produktivitas yang berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika setiap individu bekerja dalam lingkungan yang aman dan terkendali risikonya. 

2. Goes to Campus & Goes to School

Keselamatan kerja bukan hanya isu internal industri, tetapi juga bagian dari edukasi publik. Karena dengan membekali generasi muda dengan pemahaman K3 sejak dini, berarti menanamkan pola pikir “safety first” sebelum mereka terjun ke dunia profesional. 

Hal itulah yang melandasi program penyuluhan yang dijalankan BMBBD, di mana perusahaan menghadirkan praktisi K3 ke institusi pendidikan untuk berbagi wawasan mengenai pentingnya budaya keselamatan.

Kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia industri dan dunia pendidikan untuk memperkenalkan praktik-praktik keselamatan kerja di sektor pertambangan.

3. Praktik Emergency Drill

Emergency drill menjadi bagian krusial dalam rangkaian Bulan K3 untuk memastikan kesiapan seluruh elemen perusahaan dalam menghadapi situasi darurat, karena tidak ada sistem keselamatan yang benar-benar teruji tanpa simulasi. 

Melalui skenario yang dirancang menyerupai kondisi riil, tim tanggap darurat mampu mengukur kemampuan koordinasi, kecepatan respons, serta ketepatan prosedur. 

Selain itu, dalam konteks industri berisiko tinggi seperti pertambangan, kesiapsiagaan adalah kunci meminimalisasi dampak insiden, karena melalui emergency drill, perusahaan dapat mengidentifikasi celah dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. 

Baca juga: Partisipasi BMBBD di Hari Lingkungan Hidup

4. Pelatihan SMKP

Industri pertambangan merupakan salah satu sektor dengan risiko operasional yang tinggi. Untuk itulah, sistem keselamatan yang terstruktur dan terintegrasi diperlukan dalam seluruh lini operasi. 

Salah satu agenda penting yang dilaksanakan di rangkaian Bulan K3 adalah Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), yang bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap sistem keselamatan secara menyeluruh.

5. Seremoni Penutupan Bulan K3

Rangkaian agenda Bulan K3 diakhiri dengan apel penutupan yang berjalan khidmat sekaligus meriah. Momentum ini menjadi ruang refleksi atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus penegasan bahwa budaya K3 harus hidup setiap hari.

Keselamatan tidak boleh berhenti sebagai perayaan tahunan, namun harus menjadi kebiasaan, tertanam dalam setiap prosedur, di setiap keputusan, dan setiap tindakan di lapangan.

Melalui rangkaian bulan K3 ini, perusahaan menunjukkan bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk melindungi pekerja, tetapi juga menjaga keberlanjutan operasional, reputasi perusahaan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan.

 

 

Share to

BMBBD dan CK kembali menegaskan komitmen kerja sama operasional melalui pelaksanaan Joint Sign Off 2026, yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam memperkuat sinergi operasional, mengintegrasikan sumber daya dan keahlian, serta memastikan kelancaran kegiatan produksi di area tambang.

Penandatanganan Joint Sign-Off juga menjadi simbol kesepakatan bersama dalam menjalankan operasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pencapaian target.

Melalui kolaborasi ini, BMBBD dan CK berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan kapasitas operasional, serta menjalankan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab demi mendukung keberlanjutan industri pertambangan.

Semangat sinergi antara kedua perusahaan diharapkan dapat membawa kinerja operasional yang lebih optimal sepanjang tahun 2026.

Baca juga: Joint Sign-Off 2025: Kolaborasi Strategis PT BMBBD dan PT CK

Share to

Akses kesehatan di wilayah pedesaan memang terkadang kurang memadai dan tidak sesuai standar.

Namun, usaha terbaik terus dilaksanakan demi mengembangkan sarana dan prasarana penunjang kesehatan untuk masyarakat.

Kali ini yang menjadi perhatian adalah mobil unit donor darah milik PMI Kabupaten Tapin.

Kendaraan yang selama ini menjadi andalan dalam pelayanan donor darah keliling di berbagai pelosok daerah, kini tengah memasuki masa perawatan penting.

Untuk memastikan mobil tersebut tetap siap melayani masyarakat, BMBBD memberikan dukungan dana pemeliharaan sebesar Rp95.500.000,-

Mobil donor darah ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengambilan darah, tetapi juga sebagai bagian dari sistem tanggap darurat, sarana edukasi, hingga penunjang aksi sosial kemanusiaan.

Selama ini, kendaraan tersebut menjadi andalan PMI dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah-wilayah terpencil di Tapin.

Menyambung Aksi Kemanusiaan

Dukungan dari BMBBD bukan hanya fokus pada perbaikan teknis kendaraan seperti penggantian suku cadang dan penambahan fasilitas, tapi juga ditujukan untuk mengembalikan fungsi vital mobil sebagai sarana penolong dan pembelajaraan.

Mobil unit donor darah ini memiliki peran penting yang mencakup:

  • Sarana pertolongan pertama pada kecelakaan di Markas PMI Tapin
  • Bantuan langsung bagi warga terdampak bencana atau musibah
  • Media pembelajaraan lapangan bagi generasi muda seperti Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR)
  • Unit operasional yang selalu siap pakai untuk kegiatan donor darah maupun layanan sosial lainnya.

Melalui bantuan ini, BMBBD berharap mobil tersebut bisa kembali aktif mendukung kegiatan PMI dengan mobilitas yang lebih aman dan nyaman.

Perusahaan melalui perwakilan juga menyampaikan komitmen untuk terus hadir dalam mendukung inisiatif-inisiatif yang berdampak langsung pada masyarakat.

Share to

Menjaga ketahanan pangan bukan hanya soal mengontrol ketersediaan makanan, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut meliputi pelatihan, pembangunan infrastruktur, hingga mendorong ekosistem yang kondusif.

Menyadari hal tersebut, BMBBD mengambil langkah proaktif untuk mendukung pembangunan pedesaan melalui program pelatihan pengelolaan peternakan kambing yang diselenggarakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperluas wawasan masyarakat mengenai peternakan berkelanjutan, khususnya peternakan kambing, yang telah lama dipandang sebagai pilihan layak untuk agribisnis skala kecil di Indonesia.

Pada saat yang sama, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan sekaligus membekali penerima bantuan ternak dengan pengetahuan yang aplikatif.

Pelatihan yang Menyeluruh di Beberapa Area

Peserta memperoleh panduan menyeluruh mulai dari pemilihan bibit, perawatan harian, hingga manajemen kesehatan dan produktivitas ternak.

Mereka juga mempelajari strategi pemeliharaan kambing yang berkelanjutan, pengolahan produk turunan, serta pemanfaatan lahan secara efisien untuk mendukung usaha peternakan.

Demi memastikan materi sesuai standar ilmiah dan praktis, pelatihan menghadirkan pakar peternakan kambing dan ahli ketahanan pangan yang berbagi wawasan secara langsung dengan peserta.

Beberapa kelompok yang diberikan pelatihan pada sesi kali ini, meliputi:

  • BUMDes Maju Bersama, Desa Rumintin
  • BUMDes Hasrat Mulia, Desa Kalumpang
  • Kelompok Peternakan Berkat Mufakat, Dusun Tampunang Desa Shabah
  • BUMDes Datu Panjang, Desa Harapan Masa

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat desa untuk mencapai kemandirian pangan dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor peternakan.

Bagi BMBBD, inisiatif ini mewakili lebih dari sekadar komitmen pengembangan kapasitas, namun momentum penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan membuka wawasan baru dalam mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.

Share to

Tempat tinggal merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok yang mendasar bagi manusia.

Hunian yang layak bisa memberikan rasa aman, kenyamanan, serta menjadi pondasi penting bagi tumbuh kembang keluarga.

Karena itulah, akses terhadap rumah yang layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mencoba mewujudkan cita-cita tersebut, BMBBD kembali melaksanakan program bedah rumah sebagai komitmen terhadap pembangunan sosial masyarakat.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

Pelaksanaan program difokuskan pada empat titik wilayah di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan total 15 unit rumah yang direnovasi.

Adapun rincian lokasi pelaksanaan program adalah sebagai berikut:

1. Desa Kalumpang, Kec. Bungur

Sebanyak 2 unit rumah direnovasi di Desa Kalumpang. Warga penerima manfaat merasa bersyukur karena rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, kini telah layak huni dan memberikan kenyamanan bagi keluarga.

2. Desa Sawang, Kec. Tapin Selatan

5 unit rumah menjadi sasaran bedah rumah di Desa Sawang. Proses renovasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga lokal dan partisipasi aktif dari warga sekitar.

Program ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

3. Desa Rumintin, Kec. Tapin Selatan

Sebanyak 5 unit rumah juga dibedah di Desa Rumintin. Penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan perusahaan.

Rumah-rumah yang direnovasi kini telah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang lebih layak dan aman.

4. Kelurahan Tambarangan, Kec. Tapin Selatan

Di Kelurahan Tambarangan, 3 unit rumah mendapatkan bantuan perbaikan. Masyarakat menyambut baik kehadiran program ini, yang dinilai sangat membantu meringankan beban warga berpenghasilan rendah.

Mewujudkan Kehidupan yang Lebih Baik

Melalui program bedah rumah ini, BMBBD berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Langkah nyata ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar. Dari rumah yang layak, tumbuh harapan dan masa depan yang lebih baik.

Share to

Setiap anak mempunyai hak memperoleh pendidikan terbaik, termasuk dukungan sarana dan perlengkapan sekolah yang memadai untuk menunjang proses belajar.

BMBBD melalui program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) yang juga fokus pada bidang pendidikan, turut memberikan dukungan kepada anak-anak di sekitar wilayah perusahaan.

Bentuk dukungan tersebut adalah program pengadaan tas sekolah gratis sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan.

Program tersebut fokus dilakukan di tingkat SD dan TK di beberapa wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua serta memberikan semangat baru bagi para anak-anak dalam menempuh pendidikan.

Tas-tas tersebut didistribusikan langsung di lima titik lokasi, bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. Berikut dokumentasi kegiatan di masing-masing lokasi:

1. Desa Kalumpang, Kec. Bungur, Kab. Tapin

Sebagai tujuan pertama program pembagian tas, perwakilan masyarakat Desa Kalumpang berharap bantuan ini bisa memotivasi murid untuk lebih semangat belajar dan hadir ke sekolah setiap hari.

2. Desa Rumintin, Kec. Tapin Selatan, Kab. Tapin

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Rumintin, dengan melibatkan pihak sekolah. Anak-anak terlihat antusias menerima tas baru mereka.

3. Desa Sawang, Kec. Tapin Selatan, Kab. Tapin

Pengadaan tas gratis berjalan lancar dan penuh kehangatan di Desa Sawang, Pihak sekolah berharap kegiatan ini bisa berlanjut dengan bantuan-bantuan pendidikan lainnya.

4. Kel. Tambarangan, Kec. Tapin Selatan, Kab. Tapin

Kelurahan Tambarangan menjadi titik distribusi selanjutnya. Para penerima tas, terutama siswa sekolah dasar, menyambut kegiatan ini dengan penuh kegembiraan.

5. Desa Harapan Masa, Kec. Tapin Selatan, Kab. Tapin

Desa Harapan Masa juga mendapatkan alokasi tas gratis dari program ini. Kegiatan berlangsung tertib, dengan partisipasi aktif dari seluruh guru.

BMBBD berharap dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak di wilayah sekitar operasional perusahaan melalui kegiatan ini, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan sosial masyarakat.

Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi masa depan generasi muda.

Share to